pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Pasca mencuatnya pemberitaan dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Desa Rena Kurung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu yang bertajuk, Warga Menduga Terjadi Penyelewengan Dana Desa di Rena Kurung, sebelumnya.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga desa Rena kurung, Ia mengklaim kalau kegiatan yang bersumber dari dana desa di Desa Rena Kurung, seperti bukan bersumber dari uang negara melainkan seperti dana pribadi sang kepala desa.
Pasalnya, selain beberapa kegiatan di desa Rena Kurung, diduga dikerjakan asal jadi kegiatan di desa Rena Kurung, juga diduga di Nepotisme dan Mark-Up.
“coba cek aja langsung kegiatan-kegiatan di Desa kami ini. Jangankan kegiatan lama kegiatan baru seperti pembuatan rabat beton yang belum lama ini selesai dikerjakan,” tuturnya sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Diungkapkannya, pembangunan jalan rabat beton di Desa Rena Kurung, disoroti warga lantaran kegiatan tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek) serta terkesan nepotisme karena lebih memprioritaskan keuntungan pribadi Oknum Kades di Desa Rena Kurung bukan mengutamakan kualitas dan asas manfaat untuk masyarakat.
Karena proyek yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2025 tersebut itu, dengan panjang 250 meter, lebar 3 meter, menghabiskan Anggaran Dana desa Rp. 410 juta lebih.
“kami sangat kecewa dengan hasil dari pembangunan proyek rabat beton tersebut, selain diduga Mark-Up jalan sepanjang 250 meter itu hanya melintasi tanah milik Kades. Jadi asas manfaat untuk masyarakat tidak ada,” tandasnya.
Ia juga menuturkan, meski warga desa Rena Kurung, awam menghitung spek, tetapi menurutnya kalau warga Desa Rena Kurung, bisa membedakan kegiatan yang dikerjakan memiliki mutu standar baik atau hanya sekadarnya saja.
“kami berharap kepada pihak berwenang agar lebih extra dalam memberikan pengawasan terhadap perencanaan hinga realisasi penggunaan Dana Desa (DD) di desa Rena kurung supaya terhindar dari penyalahgunaan Oknum-Oknum nakal untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok sebagaimana terjadi di Desa kami ini,” pungkasnya
Sampai berita ini diterbitkan awak media ini masih berupaya meminta tanggapan dan klarifikasi dari Pemerintah Desa Rena Kurung terkhususnya kepada kepala desa.
Pewarta         : Antok
Editor             : Do





