pensiljurnalis.my.id, Seluma – Saat ini gejolak kritik terkait kinerja Bupati Seluma dan Wakil Bupati Seluma periode 2020-2024 Erwin Octavian dan Gustianto terus berdatangan, baik secara terang-terangan maupun dengan bahasa sindiran.
Dari situasi informasi yang berseliweran di berbagai platform media sosial yang terjadi sekarang ini bisa dipastikan kalau pemilihan kepala daerah, terkhususnya kontes pemilihan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Seluma sudah dekat.
Menyikapi hal tersebut, Roberten salah satu tokoh pemuda Kabupaten Seluma yang aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan keagamaan serta adat dan budaya baik secara nasional maupun daerah ikut angkat bicara.
Dikatakannya, ditengah situasi kondisi saat ini supaya warga media sosial atau netizen untuk lebih selektif untuk menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi baik dan buruknya seseorang maupun dalam bidang pekerjaan ataupun secara pribadi.
“baca dan pelajar dulu informasi yang didapat, opini atau fakta, atau informasi palsu atau hanya untuk menjatuhkan. Jangan sampai karena ikut menyebarkan nanti takutnya terjerat UU ITE. Termasuk kinerja Pemerintah walaupun mereka (Bupati, DPRD) ladang kritik,” katanya.
Kinerja Pemerintah Kabupaten Seluma, Erwin Octavian dimata seorang Roberten.?
Dikatakannya, kinerja Pemerintah Kabupaten Seluma saat ini bergerak sesuai regulasi, terutama di bidang pembangunan, memang ada program yang belum berjalan efektif, namun hal tersebut masih bisa digiatkan.
“untuk program pembangunan saya lihat cukup efisien. Kalau untuk kegiatan bangunan tolak ukurnya bukan kecakapan Bupati saja, tetapi berapa banyaknya dana yang ada. Kalau dananya tidak ada apa yang mau dibangun,” ujar Roberten.
Menurut pemuda yang bertempat tinggal di Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo itu, secara pribadi dirinya mengapresiasi kinerja Bupati Seluma saat ini, pasalnya, ditengah meningkatnya persaingan dan tingkat pengangguran di Kabupaten Seluma.
Upaya Erwin Octavian menekan angka pengangguran di Kabupaten Seluma, berhasil mendatangkan investor dan membawa kuota CPNS dan PPPK cukup besar disaat 9 dan 1 Kabupaten kota di provinsi Bengkulu bersaing untuk mendapatkan kuota CPNS dan PPPK sangat diapresiasi.
“saya sangat mengapresiasi kinerja Bupati Seluma, karena mampu membawa 2.550 kuota CPNS dan PPPK ke Kabupaten Seluma. Investor pun begitu, ada beberapa pabrik baru di Kabupaten Seluma yang sudah mulai beroperasi,” tuturnya.
Tapi kalau boleh menyampaikan, dari program Bupati Seluma yang masih belum berjalan dari beberapa diantaranya program Seluma Beragama dan Berbudaya.
“permintaan saya kepada Bupati Seluma, tolong tinjau ulang kinerja lembaga adat Kabupaten Seluma. Sebab sampai saat ini kinerja lembaga adat kurang efisien, karena berbicara tentang adat bukan hanya peragaan dan penerapan, tetapi butuh kajian,” kritiknya.
Tanggapan Roberten, terkait Kepuasan kinerja Bupati Seluma Erwin Octavian..!.?
Sampai Roberten, Kepuasan masyarakat terhadap pemimpin itu tentu sulit, sebab dari pribadi ke pribadi, individu ke individu pun sulit untuk memenuhi kepuasan, apalagi kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemimpin.
“dari cara penyambutan pun bisa kita pelajari, ada yang puas dengan hanya berjabat tangan, ada yang baru puas kalau tangannya dicium. Intinya pemimpin itu bukan pemuas, pemimpin bukan landasan pemuas kinerja,” tandasnya. (Do).





