pensiljurnalis.my.id, Seluma – Tien Syafruddin, salah wanita yang aktif diberbagai organisasi merupakan dewan penasehat di persatuan perusahaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Bengkulu, mengomentari persoalan yang saat ini sedang viral di Kabupaten Seluma dan dugaan minyak kotor PT. Citra Graha Garwita (PT.CGG) yang sempat dilaporkan warga dan viral diberitakan beberapa bulan yang lalu.
Bunda Tien (red,sapaan akrab), mengatakan selain akan kembali mempertanyakan hal tersebut diatas dirinya juga akan memantau kegiatan pembangunan alun-alun Kabupaten Seluma yang diduga mengandung kontroversi dan mendapatkan kritik dari tokoh masyarakat dan warga sekitar alun-alun.
“nanti Saya akan coba bangun komunikasi dan berkoordinasi kepada Aparat Penegak Hukum (APH), akan kita pertanyakan apa penghentian persoalan minyak kotor PT.CGG yang diduga mencemari anak sungai sudah sesuai SOP. Selain itu kita juga akan melihat seperti apa pekerjaan alun-alun yang sempat dikritik warga,” sampainya.
Dikatakannya, apabila terdapat indikasi melawan hukum, istri pensiunan pejabat tinggi di Kabupaten Seluma itu tidak akan sungkan kembali memperkarakan persoalan-persoalan tersebut diatas dan temuan indikasi lain yang merugikan masyrakat yang diketahui dan ditemukan nya di Kabupaten Seluma tak terkecuali dugaan indikasi yang terjadi pada Dana Desa (DD).
“ya kalau memang kita temukan indikasinya, bukan terpaksa tetapi wajib untuk kembali kita gugat dan kita pekarakan demi masyarakat,” tegasnya.
Ditambahkan, Ketua Dewan Paripurna Pemuda Panca Marga (PPM) itu, selaku kontrol sosial yang aktif, Ia mengajak ormas, LSM dan wartawan di Kabupaten Seluma, lebih aktif memantau geliat pembangunan di Kabupaten Seluma, demi kemajuan dan kebaikan Kabupaten Seluma. (Do).





