Menurut pemuda yang bertempat tinggal di Desa Padang Batu, Kecamatan Ilir Talo itu, secara pribadi dirinya mengapresiasi kinerja Bupati Seluma saat ini, pasalnya, ditengah meningkatnya persaingan dan tingkat pengangguran di Kabupaten Seluma.
Upaya Erwin Octavian menekan angka pengangguran di Kabupaten Seluma, berhasil mendatangkan investor dan membawa kuota CPNS dan PPPK cukup besar disaat 9 dan 1 Kabupaten kota di provinsi Bengkulu bersaing untuk mendapatkan kuota CPNS dan PPPK sangat diapresiasi.
“saya sangat mengapresiasi kinerja Bupati Seluma, karena mampu membawa 2.550 kuota CPNS dan PPPK ke Kabupaten Seluma. Investor pun begitu, ada beberapa pabrik baru di Kabupaten Seluma yang sudah mulai beroperasi,” tuturnya.
Tapi kalau boleh menyampaikan, dari program Bupati Seluma yang masih belum berjalan dari beberapa diantaranya program Seluma Beragama dan Berbudaya.
“permintaan saya kepada Bupati Seluma, tolong tinjau ulang kinerja lembaga adat Kabupaten Seluma. Sebab sampai saat ini kinerja lembaga adat kurang efisien, karena berbicara tentang adat bukan hanya peragaan dan penerapan, tetapi butuh kajian,” kritiknya.
Tanggapan Roberten, terkait Kepuasan kinerja Bupati Seluma Erwin Octavian..!.?
Sampai Roberten, Kepuasan masyarakat terhadap pemimpin itu tentu sulit, sebab dari pribadi ke pribadi, individu ke individu pun sulit untuk memenuhi kepuasan, apalagi kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemimpin.
“dari cara penyambutan pun bisa kita pelajari, ada yang puas dengan hanya berjabat tangan, ada yang baru puas kalau tangannya dicium. Intinya pemimpin itu bukan pemuas, pemimpin bukan landasan pemuas kinerja,” tandasnya. (Do).


