“Sejak mekar dari desa induk sampai 2023, kami belum pernah mendapat pembangunan dari pusat. Baru setelah ada Dana Desa, pembangunan bisa mulai dilakukan,” jelasnya.
Menurutnya, sebagian aset desa bahkan dibangun secara swadaya. Salah satunya pembelian lahan desa yang dananya berasal dari kantong pribadi kepala desa serta donatur lokal. Hal ini dilakukan karena desa tidak memiliki aset bawaan dari desa induk.
Purwanto berharap, keberadaan jalan yang baik dapat memperlancar usaha warga dan mempermudah distribusi hasil panen. Ia juga mengajak warga menjaga kondisi jalan agar manfaatnya bisa bertahan lama.

“Kalau jalan sudah bagus, usaha warga lebih lancar dan hasil panen bisa keluar lebih cepat.” tutupnya.
Pewarta : Renaldi
Editor : Do


