pensiljurnalis.my.id, Seluma – Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan terutama desa Giri Nanto, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, ini juga berperan dalam mendukung upaya perlindungan serta pelestarian lingkungan Salah satunya melalui Masyarakat Mitra Polhut yang bisa aktif dalam berbagai kegiatan perlindungan hutan.
Dengan mengikuti Pelatihan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) gajah gram, warga bisa membantu tugas polisi hutan yang masih terbatas jumlahnya untuk secara bersamaan menjaga kondisi perut hutan supaya jangan di buka buat perkebunan. Selasa (10/2/2026).
Pada kegiatan yang digelar Senin (9/2) itu, turut hadir Kepala Desa Giri Nanto Zelmanto, Ketua BPD, perangkat desa, Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Yurdami, Agustian Armidi, M Nur Alif, Warsih, MMP, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan mewakili Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Agustian Armidi, juga memaparkan peran penting bagi terbentuknya MMP ini, diantaranya bisa melalukan perlindungan dan pengamanan hutan di wilayah desa masing-masing.
Selanjutnya ke depan untuk program kerja jangka pendeknya Dinas Kehutanan akan melakukan patroli bersama MMP agar sinegritas dalam pengamanan hutan berjalan dengan baik.
“Harapan kami bagi para MMP ini supaya bisa cepat di pahami dangan mengerti tugas dan peran penting dalam penjagaan hutan yang di lindungi ini nanti akan ada namanya kontrol di kawan hutan bersamaan baik dari MMP, Polhut, KLHK dan Warsih,” tandasnya.
Di tempat yang sama, dengan antusiasme tinggi peserta pelatihan, kepala desa Giri Nanto Zelmanto, Mengapresiasi Masyarakat Mitra Polhut (MMP) gajah gram dalam rangka meningkatkan upaya perlindungan dan pengamanan kawasan hutan ilegal kphl ini.
“saya selaku kepala desa sangat mendukung kegiatan ini, Sebagai awal Kesatuan Pengelolaan Hutan telah membentuk 15 orang Masyarakat Mitra Polhut di Desa Giring Nanto,” katanya.
Lebih lanjut, kata Zelmanto, Mengingat hutan yang berada di wilayah kawasan desa Gir Nanto ini cukup lah luas dan berada di sekitar kawasan hutan Lindung tentu dalam hal ini warganya harus belajar banyak dari desa lainnya atau di luar provinsi.
Diantaranya seperti yang belum lama ini terjadi provinsi Aceh dan Sumatra Utara, Akibat penggundulan hutan sehingga terjadi banjir bandang dan longsor.
“hal ini tentunya harus menjadi contoh supaya kita harus lebih berhati-hati dan bijak dalam penanganan dan menjaga hutan ini supaya tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.


