“Di era kepemimpinan Pak Erwin Octavian dan saya, pembangunan memang mulai terlihat. Tapi banyak yang dikorbankan di sini, anggaran di OPD banyak dipangkas. Sehingga banyak program yang pro masyarakat tidak dapat dilaksanakan,” ungkap H. Gustianto.
Dijelaskan Wakil Bupati Seluma periode 2019-2024 itu, hal itu terjadi karena minimnya APBD yang nilainya di bawah Rp 1 triliun. Akibatnya OPD bekerja seadanya, karena tidak adanya anggaran untuk melaksanakan program. Sehingga jika kondisi ini terus dibiarkan, Kabupaten Seluma, bisa dipastikan lama dan lambat akan maju.
Oleh Sebab itu, Untuk dapat merubah pola pembangunan yang pro masyarakat kata H. Gustianto. Seluma butuh gebrakan, Gebrakan yang dimaksudnya adalah untuk merubah tatanan, birokrasi dan hirarki yang pro masyarakat. Bukan pro ke satu golongan.
“Saya yakin kondisi ini akan berubah 180 derajat saat Teddy Rahman yang memimpin. APBD akan naik, dengan kucuran dana pusat yang mengalir. Dan OPD dapat bekerja maksimal, dengan ketersediaan anggaran yang cukup,” jelas H. Gustianto.
Pewarta  : Renaldi
Editor    : pensiljurnalis


