”dengan adanya kerja sama dengan berbagai pihak dalam mencegah adanya stunting, maka langkah konvergensi dapat semakin cepat mengentaskan kasus stunting di desa Talang Benuang ini, terutama pencegahan terhadap pernikahan di bawah umur itu suatu hal bagian yang penting,” tandasnya.
Dikatakannya juga, selain dari kategori ilmu kesehatan, melawan stunting juga dapat dilakukan di sekolah tingkat PAUD dan TK agar kiranya didalam suatu pembelajaran adanya guru spesialis untuk mengajarkan anak-anak untuk bermain.
”salah satu Contoh seperti, bernyanyi, menggambar,dan lainnya, ini adalah yang di namakan proses mengajar supaya anak-anak cepat dalam berfikir dan bisa juga membantu anak-anak supaya tidak bosan Dalam belajar” tukasnya.
Semetara itu, Bidan Desa talang benuang, Bella Rostiana Monica dalam sambutanya secara singkat mengatakan bahwasanya di desa talang benuang tidak ada warga yang terkena stunting.
Untuk di Desa Talang Benuang sejauh ini tidak ada yang terkena stunting dan kami akan selalu mencegah adanya stunting tersebut terjadi, harapan kami (Pemdes) semoga masyarakat desa Talang Benuang selalu sehat,” tuturnya.
Namun, bukan berarti Stunting tidak akan ada, hal tersebut dikarenakan ibu-ibu malas membawa anak-anak nya untuk posyandu padahal, posyandu adalah langkah yang konkret untuk mengatasi terjadinya stunting.
”kebetulan ni, di acara kegiatan Rembuk stunting ini saya atas nama bidan desa mengajak ibu-ibu mulai dari yang Bumil atau yang mempunyai anak kecil untuk kiranya kapan di hari posyandu supaya datang,di situ nanti kita melakukan penimbangan berat badan, pengukuran, serta tata cara mengajarkan tentang mengurus anak secara maksimal.” tutup Bella Rostiana Monica.
Pewarta : Renaldi
Editor : Do


