”ada karyawan Agri Andalas menghimbau tapi tidak saya hiraukan. Karena lahan yang saya garap ini tidak ada jeni tanam tumbuh kelapa sawit, cuman ada batang mangrove yang terbengkalai,” sambungnya.
Lahan Yang Digarap Pernah Digarap Tetua Desa Sebelumnya
Ketika ditanyakan informasi kalau lahan yang digarapnya tersebut pernah dibuka oleh tetua Desa Pasar Ngalam, pada waktunya itu, Anto membenarkan hal tersebut.
Namun katanya lahan tersebut kembali dihutan kan lantaran tanam tumbuh jenis padi yang ditanam menguning dan mati karena terkena air pasang surut.
”dulu sudah pernah digarap oleh tetua di Desa kita, Jadi karena tanam padi mati karena air pasang surut, akhirnya aktivitas dihentikan dan kembali menjadi hutan,” jelasnya.
”saya bekerja bukan manual, dan sudah berjalan sekian lama, kalau pihak Agri baru melaporkan setelah saya selesai bekerja, tentu mengundang tanda tanya besar.” tutupnya.
Pewarta : Renaldi
Editor : Do


