pensiljurnalis.my.id, Kepahiang – Kasus tewasnya seorang wanita yang diketahui berinisial GFR (25), salah satu warga Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Rabu (4/2) lalu masih jadi misteri yang belum terpecahkan.
Saat ini pihak Kepolisian Polres Kepahiang masih berupaya mengungkap, apakah tewasnya seorang wanita mudah kesetrum listrik dilokasi perkebunan warga di Desa Talang Sawah Kecamatan Bermani Ilir, murni kecelakaan atau ada dugaan unsur pembunuhan.
Sementara itu, untuk menjalankan fungsi kontrolnya, awak media pensiljurnalis Kamis (19/2) mencoba berkunjung ke lokasi tersebut dan berhasil bertemu langsung dengan pemilik lokasi yang bernama Muksir.
Kepada awak media ini secara terbuka dan secara belak-belakan menceritakan apa yang Ia ketahui atas peristiwa yang sempat menggegerkan tersebut.
Diakui Muksir, sebelum ditemukan tewas kesetrum listrik oleh tiga (3) orang pekerja kebunnya, Joni, Wawan, dan Ef setelah menyebar racun keong itu, kalau GFR memang sering berkunjung ke kebun miliknya menjajakan wanita penghibur (Mucikari).
Namun pada saat kejadian kata Muksir, Ia sedang tidur lantaran kurang enak badan. Menurutnya Ia baru mengetahui kalau GFR alias G kesetrum listrik setelah dikasih tahu oleh ke tiga anak buahnya tersebut.
“G ini kan seorang mucikari, memang sering datang untuk menjajankan wanita penghibur, saya waktu itu kurang sehat dan masih posisi tidur, sedangkan beberapa anak buah saya si Joni, Wawan, dan Ef pada saat itu lagi nyebarin racun keong/hama di kebun saya,” terangnya.
Ketika disinggung kalau tewasnya G bukan hanya kesetrum listrik tetapi ada indikasi dugaan terjadinya pembunuhan sebagaimana dilansir dari pemberitaan yang beredar, Muksir dengan singkat dan tegas mengatakan kalau curiga itu adalah hak semua orang.
Karena kata Muksir, yang menentukan apakah G tewas kesetrum listrik atau ada indikasi dugaan pembunuhan adalah tugas aparat penegak hukum yang tentunya di perkuat dengan alat-alat bukti.
“Kami sepenuhnya menyerahkan ini kepada pihak berwenang. Karena saya yakin pihak kepolisian Polres Kepahiang akan bekerja keras dan profesional dalam mengusut dan mengungkap peristiwa ini,” tukasnya.
Lebih jauh, menurut keterangan Muksir, Sebelum ditemukan kesetrum listrik, dari keterangan yang disampaikan oleh anak buah pekerja kebunnya. G datang ke lokasi kebun miliknya lebih kurang pukul 23:00 WIB, dengan menggunakan mobil.


