Sabtu, Januari 31, 2026
Google search engine
BerandaAdat dan BudayaBersama-sama, Warga Rawa Indah Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah...

Bersama-sama, Warga Rawa Indah Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah Di Masjid Nurul Iman

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Bertempat di Masjid Nurul Iman, Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di desa Rawa indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, berlangsung khidmat dan meriah.

Rangkaian kegiatan yang dimulai dari bersih desa, gelar budaya, serta santunan anak yatim ini sekaligus menjadi perayaan tahun emas Desa Rawa indah. Kamis (17/6/2025).

Dalam acara pada Minggu (13/7) pagi itu di hadiri oleh Kepala Desa Rawa indah Arpandi, Sekdes, Ketua BPD Trimandoko dan anggota, Nur Ali S.Sos Anggota DPRD provinsi Bengkulu, Imam, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Serta Tamu Undangan.

Dok//Istimewa : Gambar Photo Bersama Seusai Penyaluran Bantuan Santunan Anak Yatim. (Renaldi/pensiljurnalis).

Nur Ali S.Sos, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur melalui kegiatan seperti bersih desa yang digelar rutin setiap di bulan Muharram.

“Dengan petugas saya ingin datang, karena menghormati acara yang mulia ini. Ini bukan hanya soal peringatan tahun baru Hijriah, tapi juga pelestarian tradisi,” tandasnya.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal seperti pagelaran wayang kulit, ritual memecahkan kendi, serta bentuk-bentuk seni tradisi lainnya yang kian tergerus zaman.

“Kalau tidak kita tanggap seperti ini, lama-lama hilang. Seperti wayang kulit, semuanya dikemas sebagai edukasi budaya,” lanjutnya.

Dok//Istimewa : Sebelum Kegiatan Tahun Baru Islam (1 Muharam 1447 Hijriah). (Renaldi/pensiljurnalis).

Dirinya juga memuji keberagaman masyarakat Desa Rawa indah yang berasal dari berbagai suku. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Kita boleh bukan berasal dari tanah leluhur sini, tapi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan tinggalkan warisan budaya dari mana pun kita berasal,” katanya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments