BerandaHeadlineGiat Gotong Royong Di Stop Petugas BKSDA, Warga Rawa Indah Anggap Tak...

Giat Gotong Royong Di Stop Petugas BKSDA, Warga Rawa Indah Anggap Tak Berpihak Kepada Rakyat

pensiljurnalis.my.id, Seluma – Perjuangan warga Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, untuk memiliki akses jalan yang baik begitu ketir dan rumit, sampai-sampai kegiatan gotong royong membersihkan dan merawat jalan pesisir lintas barat Provinsi Bengkulu (jalan Inggris) terpaksa harus dihentikan.

Hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran ada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang datang menyetop kegiatan dan meminta kegiatan gotong royong yang dilakukan oleh warga menggunakan alat berat dihentikan lantaran jalan Inggris tersebut masuk kawasan Cagar Alam (CA).

Dari video milik warga, upaya penghentian yang dilakukan oleh petugas BKSDA, Kepala Desa Rawa Indah, Arpandi, sudah menjelaskan dan meminta pengertian, namun petugas BKSDA yang datang tetap tidak mengindahkan bahkan menggertak membaca aturan yang konsekwensinya akan menyeret warga ke ranah hukum.

Akibatnya kegiatan gotong royong warga yang menggunakan alat berat yang dibantu oleh perusahaan perkebunan PT. Agri Andalas itu dengan terpaksa harus dihentikan.

“Mohon maaf untuk semua masyarakatku pengguna jalan pesisir pantai jalan inggris, pembersihan jalan tersebut terpaksa kita berhentikan karena di stop, dilarang oleh BKSDA untuk dikupas menggunakan alat berat, alasannya jalan tersebut masuk kawasan CA,” sampai Arpandi, Kepala Desa Rawa Indah.

Disampaikannya, setelah berdebat, petugas BKSDA yang datang menyampaikan solusinya harus bersurat ke BKSDA, namun menurutnya kebijakan pihak BkSDA tidak berpihak ke masyarakat jika harus serta-merta dengan penghentian kegiatan gotong royong.

“kita siap bersurat, tapi meminta tolong kegiatan jangan dihentikan, karena alat berat ini bantuan dari perusahaan penyangga, digunakan untuk kepentingan bersama, tetapi pihak BKSDA sama sekali tidak ada kebijakan untuk masyarakat. Ini bukan untuk menguasai lahan, ini jalan lintas milik negara, kami hanya membersihkan bukan nyerobot lahan CA,” ucapnya.

Sementara itu, warga desa Rawa Indah yang lainnya sempat heran atas tindakan yang dilakukan oleh pihak BKSDA. Menurutnya pihak BKSDA sudah berlebihan, dikatakannya kalau warga Rawa Indah hanya melakukan upaya pembersihan badan jalan yang sudah lama tidak tersentuh pembangunan bukan untuk memiliki.

Salah satu advokat kondang pemilik nama Rian Putranto, S.H, M.H, itu juga dengan tegas mengatakan, kalau warga Rawa Indah sudah sangat paham tentang larangan tidak boleh merusak kawasan CA, namun persoalannya jalan pesisir Nasional lintas barat provinsi Bengkulu yang akrab dengan sebutan jalan Inggris itu diperkirakan sudah ada sebelum dimasukkan pihak BKSDA ke kawasan CA.

Menurut Rian, apa yang dilakukan oleh warga Rawa Indah masih dalam kategori kewajaran, lantaran yang diketahui oleh warga selama ini tidak ada persoalan ketika kontraktor memperbaiki jalan tersebut sebelumnya.

“ayolah..!, apakah sekaku itu aturan yang dibuat, warga hanya ingin memperbaiki yang sudah ada loh, warga bukan merambah lahan CA untuk dikuasai, Presiden RI sudah sering dan berulang mengatakan secara tegas, selagi untuk kepentingan rakyat kenapa harus dipersulit,” ujarnya dengan mengerenyitkan wajah serius sembari tersenyum.

Diwaktu berbeda, ketika dimintai tanggapan tentang kegiatan gotong royong yang sedang berjalan dihentikan oleh petugas BKSDA yang datang kelokasi, salah satu tokoh masyarakat desa Rawa Indah sangat menyayangkan hal tersebut.

Ia dengan tegas menuding, kalau aturan BKSDA seperti tajam kebawah dan hanya berlaku untuk rakyat kecil, tapi tumpul dengan oknum pelaku perambahan CA, diketahuinya tidak sedikit lahan CA dikawasan pesisir yang dikuasai oleh oknum namun tidak ada tindakan tegas.

“terus terang kami sentimen atas tindakan petugas BKSDA yang datang, mata BKSDA hanya terbuka mengawasi giat gotong royong untuk kepentingan umum sementara buta untuk oknum individu, yang menyerobot lahan CA, jangan sampai masyarakat mengeluarkan keberanian untuk melawan,” celetuk salah satu peserta gotong royong yang tampak emosi atas apa yang mereka alami.

“tolonglah dengan pemerintah, baik kepada pemerintah Kabupaten Seluma maupun Provinsi Bengkulu, kami tidak menuntut anda-anda untuk bekerja totalitas seperti Gubernur Jawa Barat, cuman kami harap kepekaannya atas apa yang diderita oleh rakyat, masa kegiatan seperti ini saja kami masih harus diberlakukan dengan tindakan sedemikian.” tukasnya.

Pewarta          : Renaldi/Nanang

Editor              : Do

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

spot_img
spot_img

Recent Comments